Bupati Lanny Jaya Pimpin Penyaluran 82 Ton Beras untuk Warga Terdampak Hujan Es di Tiga Distrik
KUYAWAGE, 1 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya kembali bergerak membantu masyarakat yang terdampak bencana hujan es yang melanda sejumlah wilayah pegunungan. Dipimpin langsung Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, S.Pd., pemerintah daerah menyalurkan bantuan sebanyak 82 ton beras kepada masyarakat di Distrik Kuyawage, Wano Barat, dan Goa Baliem.
Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di batas jalan Tumbubur, yang menjadi salah satu titik akses menuju wilayah masyarakat terdampak. Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari upaya pemerintah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan pangan akibat bencana alam yang berdampak serius terhadap sektor pertanian.
Sebelumnya, pada 28 Agustus 2026, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya juga telah menyalurkan bantuan berupa bahan makanan kepada masyarakat terdampak di lokasi yang sama.
Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom mengatakan, bantuan beras tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui program ketahanan pangan dan diperuntukkan bagi masyarakat di tiga distrik yang terdampak bencana hujan es.
“Terima kasih kepada Tuhan yang senantiasa menyertai kita. Hari ini kita sudah sampai di batas ujung jalan Kuyawage, Wano Barat dan Goa Baliem yang terdampak bencana hujan es,” kata Aletinus saat menyerahkan bantuan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, sebanyak 82 ton beras tersebut dibagi untuk tiga distrik dan diserahkan dengan disaksikan langsung oleh masyarakat yang menjadi korban bencana.
Menurutnya, bencana hujan es yang terjadi kali ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. Intensitas hujan es yang turun disebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kejadian pada tahun-tahun sebelumnya.
Tidak hanya merusak tanaman, kondisi tersebut juga menyebabkan kekeringan dan mengakibatkan hasil pertanian masyarakat mengalami gagal panen.
“Ini belum pernah terjadi seperti tahun-tahun sebelumnya. Intensitas hujan es sangat tinggi dan luar biasa. Dampaknya bukan hanya hari ini, tetapi masyarakat membutuhkan proses pemulihan yang diperkirakan bisa berlangsung enam bulan sampai dua tahun ke depan,” jelasnya.
Pertanian Masyarakat Terancam Gagal Total
Masyarakat di wilayah terdampak selama ini sangat bergantung pada sektor pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, bencana hujan es membuat perkebunan mereka mengalami kerusakan dan hasil pertanian dipastikan tidak dapat dipanen secara maksimal.
Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah daerah dari masyarakat, kondisi cuaca ekstrem tersebut tergolong sangat parah. Selama ini masyarakat menghadapi kondisi kekeringan, tetapi ketika hujan turun justru disertai hujan es dengan intensitas yang tinggi.
Situasi tersebut membuat tanaman dan perkebunan masyarakat rusak sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pangan dalam beberapa bulan mendatang.
Karena itu, pemerintah menilai bantuan pangan menjadi sangat penting untuk memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan.
Aletinus menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas bantuan yang telah diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti karena dapat disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga berharap bantuan serupa dapat terus diberikan hingga masyarakat benar-benar mampu kembali memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
“Bantuan yang diberikan pemerintah pusat ini sangat membantu masyarakat karena sampai langsung ke tangan masyarakat,” ujarnya.
Minta Bantuan Berkelanjutan dari Provinsi dan Pusat
Dengan kondisi bencana yang cukup berat, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya berharap dukungan tidak berhenti pada penyaluran bantuan pangan saja.
Bupati meminta perhatian dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, serta pemerintah pusat untuk bersama-sama menangani dampak bencana yang terjadi.
Hal tersebut menjadi penting karena terdapat wilayah Kuyawage yang secara administratif berada dalam wilayah Provinsi Papua Tengah, sementara sebagian masyarakat dan wilayah terdampak juga memiliki keterkaitan dengan Kabupaten Lanny Jaya.
“Karena itu kami meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, dan juga pemerintah pusat agar memberikan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak,” kata Aletinus.
Ia menegaskan, setelah diterbitkannya SK tanggap darurat, pemerintah daerah berharap penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih serius dan terkoordinasi, termasuk dengan dukungan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Kendala Akses Jadi Perhatian
Selain persoalan pangan, akses menuju lokasi masyarakat terdampak juga menjadi tantangan tersendiri. Kondisi jalan dan medan yang berat membuat proses distribusi bantuan tidak mudah.
Untuk itu, Bupati Lanny Jaya meminta kepada penyedia jasa angkutan agar menyiapkan kendaraan yang mampu menjangkau wilayah-wilayah sulit.
Ia secara khusus meminta agar kendaraan jenis Strada disediakan sehingga bantuan dapat dibawa lebih jauh dan menjangkau masyarakat yang berada di wilayah terpencil.
Menurutnya, bantuan tidak boleh hanya berhenti di titik tertentu, tetapi harus diupayakan agar benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi korban bencana.
Layanan Kesehatan Disiapkan
Selain kebutuhan pangan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan masyarakat terdampak.
Bupati mengatakan, pihaknya telah membentuk tim yang nantinya akan turun langsung ke wilayah masyarakat untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar.
Tenaga medis akan diterjunkan untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terpantau, terutama di tengah situasi bencana dan keterbatasan akses pelayanan.
“Kami sudah membentuk tim untuk kesehatan. Tenaga medis akan turun memberikan pelayanan kesehatan dasar agar bagaimana masyarakat tidak menjadi korban akibat kondisi yang terjadi,” jelasnya.
Langkah tersebut dinilai penting karena bencana tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan pangan, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Pendidikan Anak Tetap Berjalan
Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya juga memastikan sektor pendidikan tetap mendapat perhatian.
Bupati menyampaikan bahwa pendidikan anak-anak di wilayah terdampak harus tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi yang ada.
Para guru, khususnya guru anak daerah, diharapkan tetap menjalankan tugas sehingga anak-anak tidak kehilangan kesempatan belajar selama masa tanggap darurat dan pemulihan bencana.
“Kami berharap anak-anak tidak tertinggal pendidikannya. Pendidikan tetap akan berjalan menyesuaikan dengan kondisi yang ada,” katanya.
Menurutnya, pemulihan akibat bencana tidak hanya berkaitan dengan makanan dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga harus memastikan masa depan anak-anak tetap terjaga.
Masyarakat Tolak Relokasi, Pemerintah Tetap Dampingi
Dalam penanganan bencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya sebelumnya telah menawarkan agar masyarakat dapat sementara waktu tinggal di distrik yang berdekatan dengan kondisi yang lebih memungkinkan.
Namun, masyarakat memilih untuk tetap bertahan di wilayah mereka.
Masyarakat berharap pemerintah dapat terus memberikan bantuan dan mendampingi mereka selama menghadapi kondisi sulit akibat bencana hujan es.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Aletinus mengatakan pemerintah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, meskipun saat ini pemerintah juga menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak boleh membuat pemerintah mengabaikan masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Kami akan terus berusaha memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terkena hujan es. Meski terbatas, kami bersama OPD akan terus berusaha dan mengupayakan apa yang bisa kami lakukan untuk masyarakat,” tegasnya.
Pemda Pastikan Tidak Tinggalkan Masyarakat
Aletinus kembali menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya tidak akan meninggalkan masyarakat yang menjadi korban bencana.
Menurutnya, pemerintah daerah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) akan terus melakukan berbagai langkah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki untuk membantu masyarakat melewati masa sulit tersebut.
Ia juga meminta agar seluruh bantuan yang disalurkan dapat diberikan secara tepat sasaran dan benar-benar digunakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan harus tepat sasaran dan masyarakat dapat menggunakannya dengan baik,” ujarnya.
Bupati menegaskan, diterbitkannya SK tanggap darurat diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat untuk memberikan perhatian lebih serius terhadap kondisi masyarakat di wilayah terdampak.
“Pada prinsipnya kami tidak akan meninggalkan masyarakat yang terkena bencana. Apa yang bisa kami lakukan, akan kami lakukan untuk masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama OPD akan kembali turun ke lapangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi. Direncanakan, pada Jumat mendatang, tim pemerintah akan kembali masuk ke wilayah masyarakat untuk membawa dan menyalurkan bantuan.
Bagi masyarakat di Kuyawage, Wano Barat dan Goa Baliem, bantuan 82 ton beras tersebut bukan sekadar bantuan pangan, tetapi menjadi bentuk kehadiran pemerintah di tengah kondisi sulit yang mereka hadapi.
Dengan kerusakan pertanian yang diperkirakan membutuhkan waktu panjang untuk pulih, masyarakat masih membutuhkan dukungan berkelanjutan, baik dalam bentuk pangan, kesehatan, pendidikan maupun pemulihan sektor pertanian.
Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya berharap kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat dan seluruh pihak terkait dapat terus diperkuat agar proses pemulihan masyarakat terdampak bencana dapat berjalan secara cepat, tepat sasaran dan berkelanjutan.
The post Bupati Lanny Jaya Pimpin Penyaluran 82 Ton Beras untuk Warga Terdampak Hujan Es di Tiga Distrik first appeared on pembaruanpapua.com.