8 September 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Perang AS-Iran Merembet ke Energi, Teheran Ancam Lumpuhkan Fasilitas Minyak AS

Oposisi Cerdas | Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin merembet ke sektor energi. Teheran memperingatkan seluruh aset energi AS di kawasan Teluk dan sekitar Selat Hormuz berada dalam jangkauan serangan militernya.
Peringatan itu disampaikan setelah militer AS menyerang tiga kapal tanker Iran. Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, fasilitas minyak dan gas AS dapat menjadi sasaran serangan balasan jika Washington terus menyerang infrastruktur energi Iran.
“Sederhana saja: rantai produksi minyak dan gas di sini sangat luas, mudah dijangkau, dan rentan. Perusahaan minyak dan gas Amerika yang beroperasi di perairan dan fasilitas ini juga menghadapi risiko yang sama,” ujar Ghalibaf dalam pernyataan di media sosial X, dikutip Selasa (8/9/2026).
“Serang aset kami, maka Anda akan diserang balik. Kami sudah membuktikannya,” katanya, mengancam.
Ancaman tersebut menunjukkan konflik AS-Iran berpotensi memasuki babak baru. Perseteruan yang sebelumnya melibatkan serangan terhadap fasilitas dan kapal kini dapat meluas menjadi perang terhadap infrastruktur energi kedua negara.
Pernyataan Ghalibaf muncul setelah Komando Pusat AS (Centcom) merilis rekaman video yang memperlihatkan serangan terhadap kapal-kapal tanker Iran di Teluk Persia maupun di luar perairan tersebut.
Komandan Centcom Laksamana Brad Cooper mengatakan serangan terhadap tiga kapal tanker Iran merupakan respons atas penembakan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) terhadap dua kapal perang AS.
“Biar pesan kepada IRGC ini jelas: Jika Anda menembaki dua kapal kami, kami akan membebankan biaya ekonomi yang jauh lebih besar, dengan melumpuhkan tiga kapal Anda,” kata Cooper.
Dia juga memperingatkan bahwa AS tidak akan ragu mengambil tindakan lebih jauh untuk melindungi pasukannya.
“Kami tidak akan ragu untuk membela pasukan AS, dan jika perlu, menghancurkan armada minyak Iran yang jumlahnya terbatas dan rentan itu,” ujarnya.
Iran sebelumnya menegaskan serangan terhadap pasukan AS merupakan bentuk hak membela diri. Teheran juga memperingatkan bahwa serangan berkelanjutan terhadap kapal komersial Iran, blokade maritim, serta tekanan ekonomi AS akan dibalas dengan kekuatan yang lebih besar.
Ketegangan ini menjadi perhatian serius karena kawasan Teluk dan Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Eskalasi serangan terhadap kapal tanker maupun fasilitas minyak dan gas berpotensi semakin mengganggu lalu lintas energi di kawasan tersebut.
Dengan kedua pihak saling mengancam untuk meningkatkan serangan, konflik AS-Iran kini tidak hanya mempertaruhkan kapal dan fasilitas militer, tetapi juga infrastruktur energi yang menjadi salah satu sektor paling strategis di kawasan
Sumber: inews
Foto: Perang antara AS dan Iran semakin merembet ke sektor energi (Foto: AP)