8 September 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Rudal Iran Hantam Kapal Induk AS hingga Rusak Parah, Langsung Kabur dari Medan Tempur

Oposisi Cerdas | Militer Iran mengklaim berhasil menyerang kapal induk Amerika Serikat menggunakan rudal balistik hingga mengalami kerusakan parah pada Minggu (6/9).
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyebut dua kapal perang Amerika Serikat mengalami kerusakan dan “kabur dari area pertempuran” di sekitar Selat Hormuz.
Klaim tersebut disampaikan IRGC sebagaimana dikutip Anadolu Agency.
IRGC juga mengklaim Komando Pusat militer Amerika Serikat (CENTCOM) telah mengakui bahwa dua kapal perang Angkatan Laut AS menjadi sasaran serangan.
Militer Iran kemudian menyebut pernyataan tersebut sebagai konfirmasi atas keberhasilan operasi yang mereka lakukan.
Namun, klaim mengenai tingkat kerusakan kapal perang AS tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
IRGC juga memperingatkan Washington bahwa aksi militer yang terus dilakukan terhadap Iran akan memicu respons yang disebut bakal “lebih berat” dari angkatan bersenjata Iran.
Selain klaim serangan terhadap kapal perang, IRGC sebelumnya juga menyatakan telah menyerang kapal militer Amerika Serikat yang dikendalikan dari jarak jauh.
Menurut pernyataan yang disampaikan pada Minggu pagi, kapal tersebut disebut berupaya memasuki Selat Hormuz.
Namun, IRGC tidak memberikan rincian mengenai operasi tersebut, termasuk jenis senjata yang digunakan maupun dampak serangan terhadap kapal.
IRGC juga menyatakan telah menargetkan tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz serta tiga kapal yang terkait dengan Amerika Serikat di lokasi lain.
Serangan tersebut disebut sebagai respons Iran setelah Washington sebelumnya menyerang kapal-kapal tanker yang terkait dengan Teheran.
Perang Iran-AS Terus Memanas
Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran disebut terus berlangsung sejak akhir Februari.
Kedua negara sebelumnya sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata dan menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang ditujukan untuk mengakhiri perang.
Namun, Iran menuduh Amerika Serikat melanggar kesepakatan tersebut dengan tetap melancarkan serangan.
Teheran kemudian memberikan respons militer. Kondisi tersebut membuat konflik antara kedua negara kembali bergejolak hingga saat ini.
Klaim terbaru IRGC mengenai serangan terhadap kapal perang AS menjadi perkembangan terbaru dalam eskalasi konflik, terutama di kawasan strategis Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran energi terpenting dunia.