Terseret Kasus Korupsi, Anak Mantan Presiden Ditangkap dan Ditahan!
Oposisi Cerdas | Putra mantan Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa, Namal Rajapaksa, resmi ditangkap oleh otoritas antikorupsi atas dugaan kasus korupsi pengadaan pesawat Airbus untuk maskapai nasional SriLankan Airlines. Pengadilan Tinggi Sri Lanka memerintahkan politikus oposisi tersebut ditahan hingga 18 September 2026.
Mengutip Reuters, Kamis (10/9/2026), penangkapan anggota parlemen dari partai Sri Lanka Podujana Peramuna ini dilakukan setelah ia menjalani pemeriksaan maraton selama lebih dari lima jam oleh Komisi Penyelidikan Dugaan Penyuapan atau Korupsi (CIABOC).
Perintah penahanan dikeluarkan secara resmi oleh Hakim Ketua Kolombo Asanga S. Bodaragama. Kendati demikian, Namal secara konsisten membantah tuduhan melakukan pelanggaran hukum dalam transaksi pengadaan tersebut. Tim kuasa hukumnya juga belum memberikan pernyataan resmi terkait penahanan klien mereka.
Buntut Skandal Global Raksasa Airbus
Kasus yang menyeret Namal merupakan bagian dari pengusutan transaksi pembelian armada pesawat dari produsen asal Eropa, Airbus, pada 2013 lalu. Nilai pengadaan armada maskapai pelat merah tersebut diperkirakan mencapai jutaan dolar AS.
Penyelidikan kasus ini kembali bergulir kencang setelah delegasi resmi dari manajemen Airbus mendatangi Kolombo pada Agustus lalu untuk membantu proses pemeriksaan oleh pihak berwenang.
Perkara di Sri Lanka ini sejatinya saling berkaitan dengan skandal penyuapan internasional yang melibatkan Airbus dalam penjualan jet komersial di sejumlah negara. Pada 2020, Airbus sempat menyepakati penyelesaian sanksi hukum dengan otoritas Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat lewat pembayaran denda fantastis senilai US$4 miliar atau sekitar Rp70,4 triliun.
Dinasti Politik Rajapaksa Kian Terdesak
Penangkapan Namal menjadi pukulan baru yang makin menyudutkan posisi dinasti politik keluarga Rajapaksa. Trah politik tersebut selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu poros kekuatan utama di panggung pemerintahan Sri Lanka.
Hingga berita ini diturunkan, baik pihak manajemen SriLankan Airlines maupun otoritas Airbus belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan konfirmasi mengenai penangkapan Namal serta proses hukum yang tengah berlangsung.
