13 September 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

MUI Tegaskan Buku ‘Islam Ala Prabowo’ Bukan Produk Organisasi, Ketum Hadir Hanya Baca Doa

Oposisi Cerdas | Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya memberikan penegasan terkait polemik buku Islam Ala Prabowo yang kembali menjadi sorotan publik. MUI memastikan buku tersebut bukan program, kegiatan, maupun produk resmi organisasi.
MUI juga meluruskan kehadiran Ketua Umum MUI KH M. Anwar Iskandar dalam acara yang di dalam rangkaiannya terdapat peluncuran buku tersebut.
Dalam klarifikasi resminya, MUI menyatakan seluruh isi, pandangan, narasi, hingga proses penerbitan buku Islam Ala Prabowo sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak yang menulis dan menerbitkannya.
“Buku Islam Ala Prabowo bukan merupakan program, kegiatan, maupun produk MUI,” demikian salah satu poin dalam surat klarifikasi MUI.
MUI juga menegaskan kehadiran Anwar Iskandar dalam acara tersebut tidak boleh dimaknai sebagai bentuk pengesahan terhadap buku Islam Ala Prabowo.
Menurut MUI, Anwar hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum MUI untuk menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI. Dalam kegiatan tersebut, Anwar disebut hadir sebagai pembaca doa.
Dengan demikian, MUI meminta publik tidak mengaitkan kehadiran ketua umumnya dengan status buku tersebut sebagai produk organisasi.
“Kehadiran beliau dalam kegiatan tersebut perlu ditempatkan sesuai konteks acaranya dan tidak dapat ditafsirkan sebagai bentuk bahwa buku Islam Ala Prabowo merupakan produk MUI,” tulis MUI.
Klarifikasi ini sekaligus memisahkan secara tegas posisi organisasi dari isi maupun proses penerbitan buku yang mengangkat narasi mengenai Prabowo dan Islam tersebut.
Buku Islam Ala Prabowo sebelumnya diluncurkan dalam rangkaian Rakornas Baznas RI pada 26 Agustus 2025. Namun, buku tersebut kembali menjadi perbincangan pada September 2026 setelah sejumlah tokoh yang namanya tercantum di dalamnya memberikan klarifikasi.
Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, misalnya, menyatakan dirinya tidak pernah mengirimkan tulisan untuk buku tersebut.
Klarifikasi serupa disampaikan KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar. Ia juga menyatakan tidak pernah menulis artikel yang kemudian dikaitkan dengan namanya dalam buku Islam Ala Prabowo.
Pernyataan sejumlah tokoh tersebut membuat keberadaan dan proses penyusunan buku semakin dipertanyakan. Di tengah polemik itu, MUI memilih menegaskan batas tanggung jawab organisasi.
Dengan klarifikasi tersebut, MUI menegaskan bahwa organisasi tidak bertanggung jawab atas isi, narasi, pandangan maupun proses penerbitan Islam Ala Prabowo.
Artinya, keterlibatan Ketua Umum MUI dalam acara peluncuran tidak dapat dijadikan dasar untuk menyebut buku tersebut sebagai produk resmi MUI.
Penegasan itu menjadi penting di tengah sorotan publik terhadap buku tersebut, terutama setelah muncul bantahan dari sejumlah nama yang disebut berkaitan dengan isi buku.
MUI kini secara resmi menempatkan buku Islam Ala Prabowo di luar program dan produk organisasinya, sementara persoalan mengenai isi, kepenulisan, dan proses penerbitannya menjadi tanggung jawab pihak yang menerbitkan dan menulis buku tersebut.**
Foto: Kantor MUI/Net