Polres Dogiyai Ajak Pemerintah Distrik, Kampung dan Tokoh Masyarakat Jaga Kamtibmas
DOGIYAI, PAPUA TENGAH – Menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi. Pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga warga harus berjalan bersama agar situasi tetap aman dan aktivitas masyarakat tidak terganggu. Pesan inilah yang mengemuka dalam pertemuan yang digelar Polres Dogiyai bersama pemerintah distrik, pemerintah kampung, dan sejumlah elemen masyarakat di Kantor Polres Dogiyai, Jumat (16/10/2026).
Pertemuan tersebut dipimpin Kapolres Dogiyai Kompol Dr. Piter Kendek, didampingi Wakapolres Dogiyai AKP Andi Mapparewe dan para pejabat utama Polres Dogiyai. Hadir pula Kepala Kampung Distrik Kamuu Markus Auwe, Kepala Distrik Kamuu Tengah Frans Dogomo, Ketua Apindo Melkianus Tebai, perangkat kampung dari Distrik Kamuu dan Kamuu Tengah, serta para pemuda setempat.
Dalam forum itu, berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dibahas secara terbuka. Mulai dari pelaksanaan sweeping secara humanis dan sesuai prosedur, penertiban perjudian togel dan peredaran minuman keras (miras), penataan pasar dan terminal, pengaturan pedagang serta pengemudi, hingga antrean bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Mauwa.
Kapolres Dogiyai Kompol Dr. Piter Kendek mengatakan, pertemuan tersebut merupakan langkah untuk menyatukan persepsi dan memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan di Kabupaten Dogiyai. Menurutnya, persoalan kamtibmas tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan aparat kepolisian tanpa keterlibatan masyarakat.
“Ini langkah positif yang harus kita bangun bersama. Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi tanggung jawab kita semua. Karena itu, pemerintah distrik, pemerintah kampung, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan seluruh warga harus mengambil bagian dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tegas Piter Kendek.
Ia menambahkan, komunikasi dan koordinasi perlu diperkuat agar setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi konflik. Ia juga mengajak seluruh pihak mengedepankan pendekatan persuasif dan menghindari tindakan yang justru memperkeruh keadaan.
Salah satu perhatian utama dalam pertemuan tersebut adalah larangan pemalangan jalan yang menghambat mobilitas warga serta tindakan perusakan fasilitas umum. Kapolres menegaskan bahwa jalan, kantor pemerintahan, dan fasilitas publik merupakan sarana bersama yang harus dijaga demi kepentingan masyarakat luas.
“Jangan melakukan pemalangan jalan yang menghambat aktivitas masyarakat. Jangan merusak atau membakar kantor pemerintahan, dan jangan melakukan pembakaran yang membahayakan lingkungan, kawasan pegunungan, lembah, permukiman, maupun keselamatan warga. Jika ada persoalan, mari kita selesaikan melalui komunikasi dan jalur yang tepat,” ujarnya.
Selain itu, peredaran dan konsumsi minuman beralkohol serta praktik perjudian togel juga menjadi perhatian serius. Kapolres mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebiasaan dan aktivitas yang berpotensi memicu konflik, kekerasan, kerugian ekonomi, maupun gangguan ketertiban di lingkungan tempat tinggal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menjauhi minuman keras karena dampaknya dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Begitu juga dengan judi togel, mari kita berantas bersama. Kami membutuhkan dukungan masyarakat agar upaya menjaga keamanan ini bisa berjalan efektif,” katanya.
Kapolres juga mengingatkan warga agar tidak membawa atau menggunakan alat tajam secara sembarangan, terutama di jalan raya, tempat umum, lingkungan permukiman, dan lokasi berkumpulnya masyarakat. Penggunaan alat tajam yang mengancam orang lain dapat menimbulkan ketakutan dan memicu pertikaian.
“Jangan membawa atau mengacungkan alat tajam untuk menakut-nakuti orang lain. Kita harus menjaga keselamatan bersama. Jangan sampai persoalan kecil berkembang menjadi konflik hanya karena emosi yang tidak terkendali,” tegasnya.
Dalam penyelesaian masalah, masyarakat diminta mengutamakan perdamaian, musyawarah, dan pendekatan kekeluargaan. Kapolres menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri, intimidasi, maupun kekerasan bukanlah jalan keluar yang dapat dibenarkan untuk menyelesaikan persoalan.
“Kalau ada masalah, jangan main hakim sendiri. Jangan melakukan intimidasi atau kekerasan terhadap siapa pun. Sampaikan persoalan kepada pihak yang berwenang agar dapat ditangani dengan baik. Kita harus mengutamakan perdamaian dan menjaga hubungan persaudaraan,” ungkap Piter Kendek.
Ia juga meminta kepala distrik, kepala kampung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan seluruh warga agar aktif mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini. Masyarakat diharapkan segera melaporkan persoalan yang berpotensi mengganggu kamtibmas serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena bisa menimbulkan keresahan. Mari kita saling mengingatkan, menjaga persaudaraan, menghormati hak setiap orang, dan melindungi fasilitas umum. Kita ingin masyarakat dapat beraktivitas, anak-anak bersekolah, pelayanan kesehatan berjalan, dan perekonomian tetap bergerak dalam situasi yang aman,” tuturnya.
Melalui pertemuan tersebut, Polres Dogiyai berharap kesepahaman yang telah dibangun dapat diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan masing-masing. Sinergi antara kepolisian, pemerintah, tokoh masyarakat, dan pemuda diharapkan mampu mencegah konflik sejak dini sekaligus menciptakan Kabupaten Dogiyai yang aman, damai, dan kondusif.
The post Polres Dogiyai Ajak Pemerintah Distrik, Kampung dan Tokoh Masyarakat Jaga Kamtibmas first appeared on pembaruanpapua.com.