Dukung Ketahanan Pangan, CSR PHKT Kembangkan Program Mina Padi dan Bioflok di PPU
PPU — PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) terus memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan masyarakat di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) bertajuk Gerbang Insan Mapan (Gerakan Pembangunan Integrasi Perikanan dan Pertanian Menuju Kemandirian Pangan), PHKT mendorong optimalisasi potensi lokal secara terpadu dan berkelanjutan.
Program yang digulirkan sejak 2022 ini menggabungkan sektor pertanian dan perikanan. Setelah berjalan selama empat tahun, dampaknya makin meluas dan membuka berbagai peluang usaha baru bagi warga setempat.
Pada sektor pertanian, penerapan metode mina padi—yakni budi daya padi dan ikan dalam satu hamparan lahan—menunjukkan perkembangan signifikan. Jika pada 2023 lahan percontohan (demplot) baru seluas 1 hektare, pada 2026 luasnya telah melonjak hingga sekitar 10 hektare. Sejak 2023 dan 2024, warga bahkan sudah berhasil memanen mina padi sebanyak dua kali dalam setahun. Namun, karena lahan mina padi masih mengandalkan air hujan, keberlanjutan masa tanam sangat bergantung pada kondisi cuaca. Untuk mengantisipasi musim kemarau saat sawah dan kolam tanah mengering, PHKT bersama warga menghadirkan solusi berupa budi daya ikan sistem bioflok sebanyak delapan kolam.
Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Biawan, Bintang Wahyu Aji, mengungkapkan bahwa sistem bioflok menjadi alternatif yang efisien di tengah perubahan cuaca.
“Budi daya ikan nila dengan sistem bioflok punya masa panen yang relatif lebih cepat dibanding kolam tanah. Jika dikelola dengan baik, ikan bisa dipanen dalam waktu sekitar empat bulan. Sementara di kolam tanah, memakan waktu hingga tujuh sampai delapan bulan,” ujar Bintang,(17/10/26).
Ia menambahkan, untuk satu kali panen, kolam bioflok mampu menghasilkan sekitar 200 kilogram ikan nila.
Tak berhenti pada budi daya, program Gerbang Insan Mapan juga mulai merambah ke sektor hilir untuk meningkatkan nilai tambah produk perikanan.
PHKT melibatkan kelompok perempuan yang beranggotakan sekitar 10 orang melalui Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) untuk mengolah hasil panen ikan menjadi produk kuliner seperti abon dan kerupuk ikan.
Head of Communication Relations and CID Zona 10 PHKT, Elis Fauziyah, menjelaskan bahwa pengembangan usaha olahan ini difokuskan pada penguatan kapasitas produksi hingga pemasaran.
“Pengembangan mina padi dan budi daya ikan ini adalah bagian dari komitmen kami dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Karena usaha olahan ini masih tahap awal, pendampingan ke depan akan difokuskan pada penguatan proses produksi, pengemasan, pemasaran, serta perluasan jaringan agar produk warga bisa menembus pasar yang lebih luas,” terang Elis.
Dalam pelaksanaannya, PHKT tidak hanya memberikan bantuan sarana produksi dan pendampingan mina padi, tetapi juga membekali warga dengan berbagai pelatihan. Pelatihan tersebut meliputi teknik pemeliharaan ikan, budi daya maggot untuk pakan alami, hingga pembuatan pakan mandiri.
Saat ini, anggota Pokdakan Biawan telah berkembang menjadi sekitar 25 hingga 30 orang.
Selain itu, PHKT juga membangun fasilitas sumur bor di wilayah tersebut. Kehadiran sumur bor ini menjadi penopang utama ketersediaan air pascamusim kemarau, yang tidak hanya bermanfaat bagi kegiatan pertanian dan perikanan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan air bersih harian warga Desa Sebakung Jaya.(ADV)
Penulis: Ayu
The post Dukung Ketahanan Pangan, CSR PHKT Kembangkan Program Mina Padi dan Bioflok di PPU first appeared on Beritakaltimterkini.com.