Rumah Apung di Kawasan Hiu Paus Terbengkalai, Kapolda Papua Tengah Ingin Menghidupkannya Lagi
NABIRE – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini berencana menghidupkan kembali rumah apung di kawasan wisata hiu paus Kwatisore, Distrik Yaur, Kabupaten Nabire, yang kini terbengkalai. Upaya ini akan dilakukan dengan memaksimalkan fasilitas yang telah tersedia, berkolaborasi dengan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih, serta melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan potensi wisata.
Langkah tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengaktifkan kembali fasilitas wisata yang terbengkalai, tetapi juga menjadikan potensi wisata hiu paus sebagai sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Kapolda Papua Tengah mengatakan, keberadaan rumah apung dan infrastruktur pendukung yang telah dibangun merupakan modal penting untuk mengembangkan wisata bahari di Kabupaten Nabire. Karena itu, fasilitas tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal melalui pengelolaan yang terencana dan kerja sama dengan pihak terkait.
“Pemanfaatan wisata ini seharusnya bisa segera dilakukan karena infrastrukturnya sudah dibangun. Tinggal bagaimana kita mengelola dan memanfaatkannya dengan baik sehingga memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Jermias saat meninjau sejumlah kawasan pantai di Kabupaten Nabire, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, pengembangan rumah apung di kawasan Kwatisore perlu dilakukan melalui koordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih, mengingat rumah apung itu dibangun dan berada di kawasan wilayah konservasi yang memiliki kekayaan hayati dan ekosistem laut yang perlu dijaga.
Melalui kolaborasi tersebut, fasilitas yang sudah tersedia diharapkan dapat dimanfaatkan kembali untuk menunjang aktivitas wisata hiu paus tanpa mengabaikan prinsip konservasi dan kelestarian lingkungan.
“Dengan keberadaan hiu paus ini, seharusnya bisa menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat di Nabire, khususnya yang berada di pesisir Pantai Sowa. Saya berkeyakinan, dengan dimanfaatkannya kembali rumah apung ini, akan berdampak besar bagi wisata hiu paus,” katanya.
Kapolda menegaskan, masyarakat setempat harus menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata tersebut. Potensi alam yang dimiliki Nabire, menurutnya, tidak cukup hanya dipromosikan sebagai daya tarik wisata, tetapi juga perlu dikelola agar manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh warga.
Untuk mendukung rencana itu, Polda Papua Tengah akan menjajaki keterlibatan koperasi Polda dalam merangkul pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) lokal. Masyarakat diharapkan dapat mengambil bagian dalam berbagai aktivitas usaha, mulai dari penyediaan makanan dan minuman, jasa transportasi laut, pemandu wisata, penyewaan perlengkapan wisata hingga penjualan kerajinan dan produk lokal.
“Keterlibatan masyarakat harus kita dorong agar potensi wisata ini benar-benar memberikan manfaat bagi mereka. Kita ingin fasilitas yang sudah ada bisa dimanfaatkan kembali dan membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal. Karena itu, rumah apung ini akan kita upayakan untuk dihidupkan kembali,” jelasnya.
Ia menilai, pengembangan wisata berbasis masyarakat dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan warga pesisir. Dengan pengelolaan yang jelas dan pembagian peran yang transparan, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut terlibat sebagai pelaku ekonomi dalam kegiatan pariwisata.
Selain kawasan Kwatisore, Kapolda juga menyoroti potensi Pulau Nuburi yang memiliki keindahan alam, terumbu karang, serta beragam biota laut. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Keberadaan wisata yang ada di Nabire ini harus dimanfaatkan dengan baik. Salah satunya Pulau Nuburi. Keindahannya bagus, terumbu karangnya bagus, aneka biota lautnya beragam. Ini seharusnya bisa menjadi salah satu tujuan wisatawan berkunjung,” ujarnya.
Kabupaten Nabire juga memiliki sejumlah destinasi wisata pantai, di antaranya Pantai Gedo, Pulau Ahe, Pantai Nomalisa, Pantai MAF, Pantai Nusi, dan Pantai Merry. Selain itu, terdapat potensi wisata alam seperti Air Terjun Bihewa dan kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih.
Menurut Jermias, keberagaman destinasi tersebut menjadi peluang bagi Nabire untuk mengembangkan wisata bahari dan wisata alam secara terpadu. Dukungan infrastruktur yang sudah tersedia perlu diikuti inovasi, promosi, serta tata kelola yang mampu memberikan manfaat jangka panjang.
Ia berharap, kerja sama antara kepolisian, pengelola kawasan konservasi, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan potensi wisata di Nabire.
“Saya berharap potensi wisata yang ada di Kabupaten Nabire ini bisa kita kelola dengan baik dan menjadi ikon daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya
The post Rumah Apung di Kawasan Hiu Paus Terbengkalai, Kapolda Papua Tengah Ingin Menghidupkannya Lagi first appeared on pembaruanpapua.com.