5 November 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Wartawan Senior Bongkar Dugaan Ketum Partai Terlibat Penyadapan Presiden, Dikenal Dekat dengan Solo

Oposisi Cerdas | Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan. Kali ini, wartawan senior Setiyardi Budiono mengungkap informasi yang menyebut adanya dugaan keterlibatan seorang ketua umum partai politik dalam rangkaian peristiwa penyadapan tersebut.
Setiyardi mengaku memperoleh informasi dari sejumlah narasumber yang disebutnya kredibel. Informasi itu berkaitan dengan pertemuan antara seorang ketua umum partai politik dan sejumlah jenderal yang belakangan dikabarkan ditangkap dalam perkara dugaan penyadapan Presiden Prabowo.
Menurut Setiyardi, pertemuan tersebut berlangsung di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, sekitar tiga jam sebelum penangkapan para jenderal yang dimaksud.
“Kawan-kawan, ini ada perkembangan baru dalam soal konspirasi penyadapan Presiden Prabowo. Saya mendapatkan informasi valid dari beberapa narasumber bahwa ada seorang ketua umum partai terlibat dalam kasus penyadapan kepada Presiden Prabowo,” ungkap Setiyardi di channel YouTube Obor Rakyat Reborn, Kamis (5/11/2026).
Ia menyebut, dalam pertemuan tersebut terdapat belasan jenderal yang melakukan rapat koordinasi bersama ketua umum partai politik tersebut.
Setiyardi bahkan mengklaim bahwa pertemuan semacam itu bukan baru sekali dilakukan. Menurut informasi yang diterimanya, rapat koordinasi tersebut disebut kerap berlangsung dan sang ketua umum partai beberapa kali hadir.
“Fakta yang diterima pada malam penangkapan para jenderal yang melakukan penyadapan, beberapa saat sebelumnya, sekitar tiga jam sebelumnya, sang ketua umum partai ini melakukan rapat koordinasi dengan para jenderal yang akhirnya ditangkap,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa penyidik Mabes Polri telah mengetahui keberadaan dan aktivitas pertemuan tersebut.
Meski mengaku mengetahui identitas ketua umum partai yang dimaksud, Setiyardi memilih tidak mengungkap namanya secara terbuka.
Ia beralasan tidak ingin mengganggu proses penyidikan dan menyerahkan sepenuhnya kepada Polri maupun pemerintah untuk menyampaikan perkembangan perkara tersebut kepada publik.
Namun, Setiyardi memberikan sejumlah petunjuk yang menurutnya dapat mengarahkan publik untuk menduga siapa sosok ketua umum partai politik tersebut.
“Pertama, ketua umum partai ini dikenal sangat dekat dengan Solo. Sangat dekat, agak norak. Yang kedua, ketua umum partai ini hidupnya penuh dengan kontroversi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut langsung memunculkan perhatian karena menyangkut dugaan keterlibatan elite politik dalam persoalan keamanan Presiden.
Apabila informasi mengenai pertemuan tersebut benar, penyidik perlu menelusuri lebih jauh siapa saja yang hadir, apa agenda pembicaraan, serta apakah terdapat hubungan antara pertemuan itu dengan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo.
Pernyataan Setiyardi juga membuka pertanyaan lebih luas mengenai kemungkinan adanya jaringan atau hubungan antara oknum aparat dan kekuatan politik di luar institusi kepolisian dalam perkara tersebut.
Karena itu, pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang diduga mengetahui atau terlibat menjadi penting agar perkara ini tidak berhenti hanya pada penindakan terhadap sejumlah aparat.
Publik membutuhkan penjelasan menyeluruh mengenai siapa yang merancang, siapa yang melaksanakan, apa motifnya, dan apakah terdapat pihak lain yang memberikan perintah atau dukungan.
Di akhir keterangannya, Setiyardi mengajak masyarakat mendoakan keselamatan Presiden Prabowo agar dapat menjalankan tugas memimpin negara.
Ia juga menyampaikan dukungan kepada personel TNI dan Polri yang bertugas menjaga keamanan Jakarta.
“Kita berdoa agar Pak Presiden kita, Pak Prabowo selalu sehat dalam memimpin negara ini, dilindungi Allah, Tuhan yang menguasai langit dan bumi,” tuturnya.
Setiyardi turut menyampaikan apresiasi kepada personel TNI dan Polri agar tetap sehat, semangat, dan menjalankan tugas secara profesional serta loyal kepada negara dan konstitusi.