23 Agustus 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Sosok X Disebut Wafa Terkait Aturan Lepas Hijab di UNHAN, Arahan saat Jadi Menteri

Oposisi Cerdas | Sosok yang disebut sebagai “xxx” muncul dalam cerita A Wafa Ahdina terkait ketentuan melepas jilbab bagi kadet mahasiswa Universitas Pertahanan (UNHAN) RI.
Sosok tersebut disebut dalam percakapan yang dituliskan Wafa ketika dirinya menanyakan alasan ketentuan melepas jilbab saat penandatanganan kontrak.
Dalam unggahannya, Wafa tidak mengungkap identitas sosok tersebut dan hanya menuliskannya sebagai “xxx”.
Wafa menuliskan jawaban seorang perempuan berjilbab yang disebutnya sebagai Ibu D bahwa ketentuan tersebut merupakan arahan “xxx” saat menjadi menteri pertahanan.
Ibu D: “Itu arahan xxx saat jadi menteri pertahanan.”
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari cerita Wafa mengenai pengalamannya selama mengikuti seleksi hingga sempat menjadi Kadet Mahasiswa Cohort 7 UNHAN RI, Jurusan Kedokteran, Fakultas Kedokteran Militer, selama 15 jam.
Wafa akhirnya memilih mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus karena tidak bersedia melepas jilbab.
Cerita tersebut diunggah dalam bentuk carousel oleh akun Instagram Wafa Ahdina pada Kamis (20/8/2026).
Postingan tersebut kini mendapatkan lebih dari 7.900 suka dan puluhan komentar serta ramai dibagikan ulang oleh sejumlah akun di media sosial.
Percakapan soal Sosok “xxx”
Dalam bagian unggahannya mengenai penandatanganan kontrak, Wafa menuliskan waktu peristiwa tersebut pada 24 Juni 2025 di Aula Merah Putih.
Saat itu, ia mengaku bertanya kepada seorang perempuan berjilbab yang disebutnya sebagai Ibu D mengenai keberadaan aturan tertulis terkait ketentuan melepas jilbab.
Wafa: “Mengenai aturan lepas jilbab, apakah ada aturan tertulisnya? Karena saya lihat di surat perjanjian tidak ada poin spesifik yang menyebutkan.”
Ibu D: “Iya, nggak ada.”
Wafa kemudian menanyakan alasan ketentuan melepas jilbab tersebut.
Wafa: “Lantas, kalau boleh tau, kenapa harus lepas jilbab ya, Bu?”
Ibu D: “Itu arahan xxx saat jadi menteri pertahanan.”
Wafa selanjutnya menanyakan bagaimana jika dirinya tetap mengenakan jilbab.
Wafa: “Tapi, kalau saya tetap pakai jilbab, bagaimana?”
Ibu D: “Ya, nggak boleh. Nggak bisa. Dari cohort 1 sampai sekarang nggak ada kadet putri yang pakai jilbab.”
Wafa: “Tapi, kenapa kadet dari Palestina boleh memakai jilbab?”
Ibu D: “Mereka pengecualian. Ga terikat dengan aturan negara kita.”
Dalam unggahan tersebut, Wafa tidak menyebutkan siapa sosok “xxx” yang dimaksud dalam percakapan tersebut.
Mengaku Tak Menemukan Aturan Tertulis
Sebelum percakapan tersebut, Wafa mengaku sudah mendengar informasi mengenai ketentuan melepas jilbab, tetapi belum pernah melihat aturannya secara langsung.
“Well, cukup banyak yang bilang, tapi saya tidak pernah lihat aturannya secara langsung. Jadi, saya mau tahu … dan ternyata memang tidak ada aturan tertulisnya,” tulis Wafa.
Dalam ceritanya, Wafa menyebut peserta berjilbab tetap diberikan kesempatan dan difasilitasi selama mengikuti proses seleksi.
Namun, menurut pengakuannya, kondisi berbeda berlaku setelah peserta dinyatakan lulus menjadi mahasiswa.
“Hijabers memang diberi kesempatan dan difasilitasi selama mengikuti tes, tetapi tidak diberi pilihan setelah dinyatakan lulus menjadi mahasiswa. Pilihan yang ada bagi kami hanya lepas atau mundur. Saya memilih opsi kedua. Bukan alasan yang ‘cuma itu’. Menurut saya, hijab adalah kehormatan para muslimah; hijab adalah pilihan saya sebagai manusia yang merdeka,” tulisnya.
Wafa kemudian menguraikan sejumlah peristiwa yang menurutnya berkaitan dengan ketentuan melepas jilbab tersebut selama proses seleksi.
Disebut dalam Wawancara Akademik
Wafa menyebut pembicaraan mengenai jilbab salah satunya terjadi saat wawancara akademik pada 7 Juni 2026.
Menurut ceritanya, wawancara tersebut berlangsung di Ruangan Wawancara Akademik dan dihadiri dirinya, seorang yang disebut sebagai petinggi FKM, serta dua perempuan yang ia sebut sebagai Ibu A dan Ibu C.
Wafa menuliskan percakapan dengan Ibu C mengenai kesiapannya melepas jilbab.
Ibu C: “Kamu kayaknya belum siap kalau harus lepas jilbab ya?”
Wafa: “Iya, ortu saya juga tidak mengizinkan.”
Ibu C: “Begitu, ya. Sebelumnya sudah tahu belum?”
Wafa: “Pernah dengar.”
Ibu C: “Terus, kenapa masih lanjut (tes pusat)?”
Wafa: “Saya pikir sudah ada kebijakan baru.”
Petinggi FKM: “Hmm, kalau belum ada gimana dong?”
Wafa: “… berarti memang harus lepas jilbab dan belum ada kebijakan baru, ya?”
Petinggi FKM/Ibu C: “Ya, belum ada.” / “Iya, aturannya begitu.”
Disampaikan Saat Apel Malam
Wafa juga menceritakan peristiwa saat apel malam pada 7 Juni 2026 di Lapangan Mess Srikandi.
Dalam unggahannya, Wafa menyebut seorang pengawas berjilbab bertanya kepada calon kadet putri mengenai kesediaan mereka melepas jilbab apabila dinyatakan lolos.
Pengawas: “Untuk cakadet yang berjilbab, apabila nanti kalian lolos, bersedia melepas jilbab?”
Cakadet Putri: “SIAP, BERSEDIA!”
Pengawas: “Kalian mau melepas jilbab kalian?”
Cakadet Putri: “SIAP, MAU!”
Pengawas: “Siap nanti rambutnya dipotong laki?”
Cakadet Putri: “SIAP!”
Wafa menambahkan dalam unggahannya bahwa seluruh pengawas dan panitia penerimaan mahasiswa baru (PMB) yang berada di sana merupakan anggota TNI aktif.
Calon Kadet Disebut Mengundurkan Diri
Cerita mengenai ketentuan melepas jilbab kembali disampaikan Wafa ketika mengikuti tes kesehatan umum pada 8 Juni 2026 di Aula Merah Putih.
Ia menuliskan pernyataan seorang pengawas yang disebutnya nonmuslim kepada kelompok calon kadet.
“Hari ini ada tuh, ‘kan, temen kelompok kalian? mengundurkan diri gara-gara ga siap lepas jilbab. Emangnya kalian ga tau? Harusnya udah tahu dari awal kan? Nanti, kalau udah diterima, ga boleh pakai jilbab. Jadi, kl udah di sini harus siap lepas jilbab. Sayang, udah nyampe sini. Tapi kalau memang belum siap, mending mengundurkan diri dari sekarang.”
Menurut Wafa, pada hari tersebut memang ada seorang calon kadet putri berjilbab di Jurusan Kedokteran yang mengundurkan diri dengan alasan tersebut.
Pesan Saat Apel Pagi
Wafa kembali mencatat pembicaraan mengenai jilbab saat apel pagi pada 24 Juni 2026 di Lapangan Mess Srikandi.
Saat itu, menurut Wafa, seorang pengawas berjilbab menyampaikan kepada Kadet Putri Cohort 7 bahwa mereka yang berjilbab tidak lagi mengenakan jilbab mulai sore karena rambut akan dipotong.
“Untuk yang berjilbab, berarti mulai sore nanti kalian sudah tidak memakai jilbab lagi karena rambut kalian akan dipotong. Nggak apa-apa ya, insyaAllah, Allah Maha Tahu niat kita di sini untuk belajar,” demikian pernyataan pengawas sebagaimana dituliskan Wafa.
Dalam bagian yang diberinya keterangan “Aturan Lepas Jilbab #Bonus”, Wafa juga menceritakan pengarahan kegiatan pada 24 Juni 2026 di Aula Merah Putih.
Ia menuliskan pernyataan Ketua Pengawas PMB yang disebutnya sebagai pria nonmuslim.
“Semalam, beberapa kadet putri sudah ada yang memilih melepas jilbabnya dan langsung memotong rambutnya. Ya, itu pilihan mereka ya.”
Sempat Jadi Kadet Mahasiswa Selama 15 Jam
Dalam unggahannya, Wafa mengatakan awalnya tidak terpikir untuk mendaftar ke UNHAN karena tengah sibuk mempersiapkan sejumlah ujian.
Keputusan untuk mencoba mengikuti penerimaan mahasiswa baru UNHAN muncul setelah ibunya mengirimkan informasi pendaftaran.
Ibunya, menurut Wafa, memang menginginkan salah satu anaknya menjadi tentara.
Wafa kemudian tertarik karena UNHAN memiliki Jurusan Kedokteran Militer.
“Sebenarnya, dari awal saya nggak kepikiran untuk daftar ke UNHAN karena saya pikir saat itu sudah terlalu sibuk dengan persiapan ujian-ujian mendatang,” tulis Wafa.
“Namun, takdir berkata lain, ibu saya yang memang ingin anaknya ada yang jadi tentara mengirim informasi bahwa UNHAN sedang membuka penerimaan mahasiswa baru. Saya pun tertarik karena ada jurusan Kedokteran Militer.”
Wafa akhirnya menyiapkan berkas persyaratan administrasi dan mengikuti proses pendaftaran.
Ia berhasil melewati sejumlah tahapan seleksi hingga mendapatkan kesempatan mengikuti tes tingkat pusat.
Ketika pengumuman akhir tiba, Wafa dinyatakan diterima.
Namun, kelulusannya tersebut justru membuat perasaannya bercampur aduk.
“Ya, saya sempat menjadi bagian dari Kadet Mahasiswa Cohort 7 UNHAN RI, jurusan Kedokteran, fakultas Kedokteran Militer, selama 15 jam,” tulisnya.
“Karena keesokan paginya, saya walkout and signed the resignation letter instead of the contract agreement.”
Wafa Pertanyakan Ketentuan Jilbab
Dalam carousel tersebut, Wafa kemudian mempertanyakan ketentuan yang dialaminya dengan merujuk sila pertama Pancasila dan Pasal 29 Ayat (2) UUD 1945.
Ia juga menyebut Peraturan Panglima TNI (Perpang) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Seragam Dinas Tentara Nasional Indonesia terkait penggunaan jilbab bagi prajurit wanita.
“Kenapa mahasiswanya justru dilarang mengenakan jilbab?” tulis Wafa.
Meski demikian, Wafa menegaskan bahwa pandangan tersebut merupakan sikap pribadinya mengenai jilbab.
“Perlu digarisbawahi, saya menulis ini sebagai seseorang yang cukup strict dengan jilbab. Tidak ada paksaan bagi teman-teman yang berbeda pandangan dengan saya. Akan tetapi, untuk teman-teman yang memiliki pandangan sama terkait jilbab dan tertarik mendaftar ke UNHAN, begitulah kenyataannya saat ini. Sekali lagi, ini hanya preferensi, keputusan tetap ada di tangan masing-masing,” tulisnya.
Wafa juga mengatakan unggahannya bukan dimaksudkan untuk mencampuri ataupun mengubah aturan yang ada di UNHAN.
Ia berharap ketentuan mengenai kewajiban melepas jilbab selama masa pendidikan dapat diperjelas oleh pihak terkait, termasuk melalui aturan tertulis dan pemberitahuan sejak awal pendaftaran.
“Sementara itu, saya menulis ini bukan ingin mencampuri apalagi mengubah aturan yang telah ada di UNHAN, melainkan ingin memberi saran supaya aturan keharusan melepas jilbab selama masa pendidikan ini dapat diperjelas oleh pihak terkait. Bukan aturan yang hanya dapat didengar, tetapi juga aturan tertulisnya. Misalnya, pemberitahuan di awal pendaftaran. Supaya para calon kadet berikutnya yang memiliki prinsip setipe dengan saya dapat mengetahui informasi tersebut secara resmi—bukan dari omongan orang—dan tidak merasa usahanya sia-sia,” tulis Wafa.
Unggahan Viral dan Dapat Dukungan
Unggahan carousel Wafa Ahdina tersebut kini menjadi viral di media sosial dan menuai protes keras dari warganet.
Unggahan itu diberi keterangan, “Sedikit cerita dari pengalaman yang tak terlupa ????”.
Dalam caption, Wafa mengenang suasana di Aula Merah Putih sehari sebelum pengumuman.
Ia mengaku sempat menangis karena berbagai kekhawatiran yang dirasakannya.
“Aku ingat, lagu ini disetel dan dinyanyikan bersama-sama di Aula Merah Putih, sehari sebelum pengumuman. Dari lantai 2, setelah shalat dhuha, aku memutuskan untuk menonton sebentar sambil menenangkan pikiran, berniat merekam momen gembira itu semauku. Namun, berbagai kekhawatiran justru mendatangiku dan tanpa bisa ditahan … aku menumpahkan semuanya melalui air mata,” tulisnya.
Wafa juga mengenang teman-temannya dan menyampaikan kebanggaannya kepada mereka yang telah berjuang serta mendapatkan hasil memuaskan.
Selain itu, ia meminta doa untuk kelancaran studi kedokterannya di kampus lain.
“Mohon doanya untuk kelancaran studi kedokteranku di kampus yang nggak kalah keren ya, semua ????????,” tulisnya.
Hingga kini, postingan tersebut mendapatkan lebih dari 7.900 suka dan puluhan komentar serta ramai dibagikan ulang oleh sejumlah akun.
Sejumlah warganet memberikan dukungan terhadap keputusan Wafa.
Akun @inyunita_ menulis, “Kak kamu keren karena sudah mempertahankan prinsipmu sebagai seorang muslimah, saya salut sekali kamu berani mengambil keputusan meskipun tentunya keputusan tersebut tidak mudah namun kamu berani memutuskan karena ingin tetap teguh dalam syariat Allah. Semoga Allah lancarkan kuliahmu yaa di tempat terbaik yang sudah Allah pilihkan untukmu dan kelak semoga menjadi seorang dokter muslimah yang bermanfaat untuk umat.”
Akun @hannyfzh juga memberikan dukungan.
“Kakkk semoga Allah jaga ya kak. Semoga Allah beri taufiq sepanjang hidup kita. Allah kasih kita nikmat berupa lingkungan yg support kita jalanin agama Islam dgn sungguh2 ???? Barakallahu fiik,” tulisnya.
Sementara akun @kawanhawa menyampaikan apresiasi terhadap keputusan Wafa dan meminta izin membagikan kembali ceritanya di platform mereka.
“Assalamu’alaikum kak, kami dari tim Kawan Hawa sangat mengapresiasi keputusan kamu. Kamu keren banget kak, semoga Allah mudahkan setiap langkah kamu ya kak. Kita juga izin untuk up cerita kamu di platform kami ya kak dengan tetap mencantumkan sumber. Terima kasih banyak kak????,” tulis akun tersebut.
Hingga berita ini ditulis, pihak Universitas Pertahanan (UNHAN) RI belum memberikan klarifikasi resmi terkait cerita Wafa mengenai ketentuan melepas jilbab bagi kadet mahasiswa selama menjalani pendidikan.
Sumber: tribunnews
Foto: UNIVERSITAS PERTAHANAN – Foto kolase Wafa Ahdina, gedung Universitas Pertahanan (UNHAN) RI, dan ilustrasi sosok “X” yang disebut dalam unggahan Wafa terkait ketentuan melepas jilbab bagi kadet mahasiswa UNHAN. Wafa menyebut sosok “xxx” dalam percakapan terkait ketentuan melepas jilbab di UNHAN sebagai arahan saat menjadi menteri pertahanan./TribunBengkulu.com/TribunBengkulu.com/Instagram Wafa Ahdina