23 Agustus 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

ICW Soroti Pengadaan Burung Merpati Rp 305 Juta untuk HUT ke-81 RI di Tengah Bencana

Oposisi Cerdas | Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti pengadaan burung merpati senilai Rp305 juta yang dilakukan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) untuk rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pengadaan tersebut tercatat dilakukan melalui vendor Indoglobal Multi Karya.
Staf Investigasi ICW, Z Azhim Syah, menilai pengadaan tersebut perlu dipertanyakan dari sisi skala prioritas anggaran, terutama karena pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran dan Indonesia menghadapi sejumlah bencana.
“Pengadaan ini kami nilai merupakan bagian perayaan HUT RI yang berlebihan karena dilakukan di tengah situasi anggaran negara mengalami efisiensi besar-besaran dan bencana besar,” ujar Azhim dalam keterangannya.
Menurut Azhim, persoalan utama bukan hanya mengenai besarnya nilai pengadaan. Ia menilai penggunaan anggaran tersebut mencerminkan persoalan yang lebih luas dalam menentukan prioritas belanja pemerintah.
“Persoalannya bukan semata pada nominal Rp305 juta, tetapi mencerminkan bagaimana pengelolaan anggaran pemerintah yang tidak berbasis skala prioritas dan tidak memandang aspek urgensi,” katanya.
ICW juga membandingkan pengadaan tersebut dengan anggaran untuk penanganan bencana. Berdasarkan penelusuran yang disampaikan Azhim, tidak ditemukan satu pun paket pengadaan terkait penanganan bencana baik di Kementerian Sekretariat Negara maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Azhim menegaskan, perayaan kemerdekaan seharusnya tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengalokasikan anggaran secara berlebihan ketika kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak masih membutuhkan dukungan.
“Perayaan kemerdekaan semestinya tidak menjadi alasan untuk menghamburkan anggaran,” tuturnya.
“Terlalu banyak kebutuhan publik yang mendesak yang lebih membutuhkan keberpihakan anggaran,” lanjut Azhim.
Sorotan ICW tersebut muncul di tengah kondisi kebencanaan yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) dini hari.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, menyampaikan bahwa korban meninggal dunia akibat gempa tersebut mencapai 75 orang. Sementara itu, jumlah pengungsi meningkat menjadi 92.735 orang dari sebelumnya 59.647 orang.
Selain gempa di NTT, BNPB juga mendeteksi ribuan titik panas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Berdasarkan pemantauan Satelit NOAA-20 hingga Kamis (20/8), BNPB mendeteksi 1.487 titik panas yang tersebar di sebagian besar wilayah Pulau Kalimantan. Konsentrasi titik panas tertinggi berada di Kalimantan Tengah dengan 767 titik, disusul Kalimantan Barat sebanyak 560 titik.
Kondisi tersebut, menurut ICW, menunjukkan pentingnya pemerintah menempatkan kebutuhan masyarakat dan penanganan bencana sebagai prioritas dalam penggunaan anggaran negara.
ICW pun menilai setiap belanja pemerintah perlu mempertimbangkan urgensi, manfaat publik, serta kondisi fiskal yang sedang dihadapi negara.
Dalam konteks tersebut, pengadaan burung merpati senilai Rp305 juta untuk rangkaian perayaan HUT ke-81 RI dinilai layak mendapat perhatian dan penjelasan lebih lanjut dari pemerintah.