Wakapolda Papua Tengah Tekankan Binmas Jadi Mata dan Telinga Polri di Tengah Masyarakat
NABIRE – Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Dr. Gustav R. Urbinas, menekankan pentingnya penguatan fungsi pembinaan masyarakat (Binmas) sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan mencegah potensi konflik sejak dini.
Penekanan tersebut disampaikan Wakapolda saat memimpin Analisis dan Evaluasi (Anev) Ditbinmas Polda Papua Tengah di Ruang Dirbinmas, Selasa (1/9/2026).
Anev tersebut membahas sejumlah aspek penting, mulai dari evaluasi personel, sarana dan prasarana, pelaksanaan pembinaan masyarakat, kegiatan Bhabinkamtibmas, pembinaan Satuan Pengamanan (Satpam), hingga penyerapan anggaran.
Dalam arahannya, Wakapolda meminta jajaran Binmas tidak terjebak pada rutinitas administratif maupun kegiatan seremonial. Menurutnya, kehadiran personel Binmas harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama dalam membaca dan menyelesaikan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan.
“Bhabinkamtibmas harus menjadi problem solver. Jangan hanya hadir ketika masalah sudah terjadi. Setiap potensi konflik harus mampu dideteksi dan diselesaikan sejak dini dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan preventif,” tegas Gustav.
Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan monitoring situasi kamtibmas di wilayah masing-masing. Informasi sekecil apa pun yang berkembang di tengah masyarakat, kata dia, harus menjadi perhatian agar dapat ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Saya berharap fungsi Binmas semakin kuat, semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjadi jembatan komunikasi antara Polri dengan masyarakat. Bangun kepercayaan, dengarkan keluhan masyarakat dan hadir memberikan solusi,” harapnya.
Selain penguatan peran Bhabinkamtibmas, Wakapolda meminta optimalisasi personel dan sarana prasarana agar mendukung pelaksanaan tugas di lapangan. Sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat juga dinilai penting dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
Menurutnya, menjaga keamanan bukan semata-mata tugas kepolisian. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak agar berbagai persoalan sosial dapat diselesaikan secara bersama-sama dan tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
“Kita ingin Polri hadir bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang ikut mencari solusi atas setiap persoalan yang dihadapi warga,” ujarnya.
Terakhir Wakapolda mengingatkan agar fungsi Binmas yakni pembinaan masyarakat, deteksi dini gangguan kamtibmas, mencegah konflik sosial, membangun kemitraan serta pembinaan satpam dan kelompok pengamanan masyarakat benar-benar bisa di implementasikan ditengah-tengah masyarakat.
“Saya menekankan agar seluruh fungsi Binmas benar-benar diimplementasikan di tengah-tengah masyarakat. aSaya berharap kehadiran Binmas benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan yang ada di lingkungan masing-masing,” tegas Wakapolda.
The post Wakapolda Papua Tengah Tekankan Binmas Jadi Mata dan Telinga Polri di Tengah Masyarakat first appeared on pembaruanpapua.com.