Para Jenderal Israel Peringatkan Dampak Kekerasan Pemukim Yahudi Lebih Dahsyat dari Serangan Hamas
Ratusan mantan jenderal, perwira, dan pejabat keamanan Israel yang tergabung dalam Commanders for Israel’s Security (CIS) memperingatkan, meningkatnya kekerasan pemukim Yahudi terhadap warga Palestina di Tepi Barat bisa berdampak luas. Bahkan aksi kereka bisa memicu dampak yang lebih dahsyat dibandingkan serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.
Mereka mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menekan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar segera menghentikan aksi tersebut.
Dalam surat terbuka yang ditandatangani hampir 600 mantan pejabat militer, intelijen, dan diplomatik Israel, mereka menilai kekerasan pemukim Yahudi berpotensi memicu konflik yang lebih luas serta mengancam keamanan Israel, kepentingan AS, dan stabilitas kawasan Timur Tengah. Menurut mereka, hanya Trump yang memiliki pengaruh untuk memaksa Netanyahu mengambil langkah tegas.
“Peningkatan aktivitas teror pemukim Yahudi berisiko menimbulkan konsekuensi yang mungkin terbukti lebih dahsyat daripada serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel dan dampaknya di berbagai front,” demikian isi surat tersebut, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Kelompok lobi Commanders for Israel’s Security (CIS) meminta Trump mengangkat persoalan tersebut dalam pertemuannya dengan Netanyahu di Gedung Putih pekan lalu.
Dalam surat tersebut, hampir 600 mantan pejabat militer Israel mendesak Trump membantu mengakhiri krisis akibat meningkatnya kekerasan di Tepi Barat.
“Kecuali dihentikan dengan cepat dan tegas, meningkatnya kekerasan di Tepi Barat siap menyulut konflik di kawasan dan memberikan dampak serius bagi keamanan Israel dan kepentingan regional AS,” tulis kelompok CIS.
“Menurut penilaian profesional kami, tidak ada seorang pun selain Anda, Bapak Presiden, yang bisa mencegah malapetaka ini,” lanjut isi surat tersebut.
CIS merupakan organisasi Zionis yang beranggotakan lebih dari 550 purnawirawan kolonel, jenderal, serta pejabat senior dari badan intelijen Mossad, Shin Bet, Kepolisian Israel, dinas luar negeri, dan lembaga keamanan lainnya. Kelompok tersebut menyatakan misinya adalah menjaga masa depan Israel sebagai negara demokrasi bagi bangsa Yahudi.
Dalam surat itu, CIS juga menuding ada anggota pemerintahan Israel yang sengaja membiarkan situasi memburuk. Mereka menilai sejumlah pejabat bahkan memberikan perlindungan kepada para pemukim Yahudi dan personel militer Israel agar terhindar dari proses hukum.
Surat tersebut muncul di tengah meningkatnya aksi kekerasan pemukim ilegal Israel di berbagai wilayah Tepi Barat. Pada akhir pekan lalu, bentrokan bersenjata di Kota Tal menewaskan dua warga Israel dan empat warga Palestina, mempertegas kekhawatiran bahwa eskalasi kekerasan di wilayah tersebut dapat memicu konflik yang lebih luas.
Sumber: inews
Foto: Ratusan mantan perwira dan pejabat keamanan Israel memperingatkan dampak kekerasan pemukim Yahudi bisa lebih dahsyat dari serangan Hamas pada 2023 (Foto: AP)
