13 Agustus 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Panas Mendidih! Penampakan Kentang Baru Dipanen Meleleh seperti Habis Direbus

Oposisi Cerdas | Gelombang panas ekstrem yang melanda Korea Selatan mulai menimbulkan dampak serius bagi sektor pertanian.
Sejumlah petani melaporkan hasil panen rusak dalam kondisi tidak biasa, bahkan kentang yang baru digali disebut lembek seperti sudah direbus.
Di Provinsi Gangwon, Korea Selatan bagian timur laut, pemerintah setempat bahkan mengeluarkan peringatan panas ekstrem pertama untuk sejumlah wilayah, termasuk Chuncheon, Hongcheon, dan Hoengseong.
Seorang petani kentang Lee Sang Hyuk di Kabupaten Yanggu mengatakan kondisi yang dialaminya belum pernah terjadi selama puluhan tahun bertani.
Kentang yang baru dikeluarkan dari tanah tiba-tiba terasa lunak seperti kentang yang telah direbus.
“Seperti kentang yang direbus,” kata Lee seperti dinukil dari Tuoitre
Ia menduga panas berkepanjangan membuat suhu tanah meningkat drastis hingga menyerupai tungku.
Di Gwangju, petani Hong Kyung Hee juga dikejutkan dengan kondisi buah melon yang membusuk dalam waktu singkat.
Padahal, beberapa hari sebelumnya bagian dalam buah masih dalam kondisi baik.
“Tiga hari lalu, bagian dalam melon masih manis dan semuanya baik-baik saja. Tiba-tiba setelah satu malam, semuanya menjadi seperti ini,” kata Hong kepada KBS.
Ia mengaku baru pertama kali melihat kejadian tersebut selama 50 tahun menjadi petani.
Gelombang panas juga menimbulkan korban jiwa dan kematian pada hewan ternak.
Berdasarkan data Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), sedikitnya 31 orang meninggal dunia, sementara lebih dari 900.000 hewan ternak dan sekitar 1,4 juta ikan budidaya mati akibat cuaca ekstrem.
Kondisi terparah terjadi awal Agustus ketika Kota Yangsan di Korea Selatan bagian tenggara mencatat suhu 42,5 derajat Celsius.
Angka tersebut menjadi suhu tertinggi yang tercatat di Korea Selatan sejak 1904.
Sumber: suara
Foto: Gelombang panas ekstrem yang melanda Korea Selatan mulai menimbulkan dampak serius bagi sektor pertanian. [Istimewa]