13 Agustus 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Usai Hafalan Quran Dapat Miras, Penyanyi di The Sounds Project Diadukan Imbas Pose Gaya Takbir

Oposisi Cerdas | Festival musik The Sounds Project Vol.9 yang digelar di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Minggu (9/8/2026) masih menjadi perhatian publik.
Setelah viralnya tantangan atau challenge membaca Alquran berhadiah minuman keras (miras) menimbulkan kecaman publik dan berujung masalah hukum, kini sorotan ditujukan kepada salah satu pengisi acara.
Ia adalah personel dari grup musik Rombongan Bodonk Koplo (Robokop), Clarisya Putri Maula atau Acica.
Sorotan terjadi buntut postingan foto yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @clareesya.
Dalam unggahan tersebut, Clarisya memposting foto ketika dirinya tengah manggung di The Sound Projects Vol.9.
Namun, permasalahan terjadi ketika dirinya menuliskan caption pada unggahan tersebut.
“Gaya takbir,” tulisnya dalam caption itu, dikutip pada Kamis (13/8/2026).
Postingan itu pun berujung viral di media sosial dan menimbulkan kecaman publik. Warganet menganggap caption pada unggahan tersebut telah melecehkan agama.
Salah satu warganet pun menyatakan bahwa istilah takbir memiliki makna sakral bagi umat Islam.
“Takbir itu maknanya mengagungkan nama Allah SWT, dan sakral mba,” tulis salah satu warganet.
Selain itu, adapula warganet lainnya yang menyayangkan caption yang dituliskan oleh Clarisya.
“Itu pentingnya njaga hati mbak, mungkin mbaknya saat itu sedang terbawa suasana seru, jadi kayak lhoss tidak ada batas, sampai lupa jejak digital itu kekal. Nanti-nanti pakai akal, hati, dan nurani mbak tidak mengedepankan nafsu,” kata warganet lainnya.
Setelah viral, Clarisya pun mengaku telah mengganti caption pada unggahan itu menjadi “Gaya surren”. Namun, unggahan tersebut kini sudah hilang.
Berujung akan Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
Pasca viral, Clarisya pun berujung akan dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang advokat, Muhammad Dimas Saputra.
Dia mengatakan akan melaporkan Clarisya pada hari ini.
Dimas mengaku sebenarnya ingin melaporkan penyanyi tersebut pada Rabu (12/8/2026) malam tetapi terkendala dengan pelaporan lainnya.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya turut membuat laporan terkait dugaan penistaan agama soal viral challenge membaca Alquran berhadiah miras.
Dalam kasus tersebut, ia melaporkan master of ceremony (MC) berinisial E.
“Jadi tadi (kemarin) malam proses pelaporan tertunda untuk atas nama Clarisya karena kondisi di polda tadi malam ada kedatangan pelaku yang surat Adha (kasus challenge baca Alquran berhadiah miras). Hari ini prosesnya dilanjutnya kembali,” katanya ketika dihubungi Tribunnews.com, Kamis siang.
Lalu, Dimas mengatakan ketika ada kehadiran dari pelaku challenge baca Alquran berhadiah miras di Polda Metro Jaya, sebenarnya dirinya juga ingin membuat laporan terhadap Clarisya.
Namun, niat itu dibatalkan karena petugas yang tidak kunjung hadir.
“Intinya tadi malam juga saya sekaligus BAP atas LP saya yang penistaan oleh E di booth Newport. Itu selesai sekitar jam 2 pagi.”
“Pas mau melanjutkan laporan polisi (dengan terlapor) Clarisya, petugas piket dari Ditsiber Polda Metro Jaya cukup lama datang sehingga kami memutuskan untuk pulang terlebih dahulu,” jelasnya.
Dia mengungkapkan belum bisa membeberkan barang bukti yang dibawanya dalam pelaporan terhadap Clarisya.
Ia mengatakan baru akan menyampaikannya saat laporannya resmi diterima Polda Metro Jaya.
“Belum bisa saya kasih tahu (terkait barang bukti yang dibawa) sampai dengan nanti laporan polisinya terbuka,” tuturnya.
Dimas menjelaskan alasannya untuk tetap melaporkan Clarisya meski yang bersangkutan telah meminta maaf dan membuat klarifikasi terkait postingan tersebut.
Dia menegaskan apa yang dilakukan oleh penyanyi itu sudah melukai hati umat Islam.
Ia menganggap Clarisya tidak belajar dari viralnya kasus serupa di festival musik yang sama.
“Terkait dengan hal tersebut (tetap melaporkan meski sudah ada permintaan maaf), terduga pelaku ini sudah melukai hati umat Muslim, padahal di kasus serupa di tempat yang sama juga sedang viral penistaan agama juga yang melibatkan brand miras Newport,” katanya.
Dimas menilai Clarisya secara sadar untuk menulis caption tersebut. 
Dengan demikian, Dimas berharap pelaporannya ini bisa menjadi peringatan agar peristiwa serupa tidak terjadi kembali.
“Yang kami lihat juga dia melakukan itu secara sadar dan dia ngaku sendiri asal-asal ngomong, padahal isu agama di neger ini sangat sensitif.”
“Jadi menurut saya lebih baik semua proses hukum harus tetap berjalan agar insiden ini tidak terulang lagi,” jelasnya.
Clarisya Sempat Minta Maaf
Sebelumnya, Clarisya sempat menyampaikan permohonan maaf buntut unggahannya itu di akun Threads pribadinya.
Dia mengeklaim caption yang dituliskan dalam unggahan foto tersebut semata-mata sebagai bentuk rasa syukur karena dapat tampil di festival musik The Sounds Project.
Clarisya mengatakan tampil di festival musik tersebut adalah suatu kebanggaan karena status dirinya yang masih merintis di dunia musik.
“Saya ingin meluruskan bahwa postingan tersebut dibuat semata-mata sebagai bentuk rasa syukur dan ungkapan kebahagiaan pribadi karena suatu pencapaian yang sudah lama saya impikan, yaitu dapat berkesempatan untuk tampil dalam acara sebesar itu merupakan pencapaian yang sangat berarti dan menjadi sesuatu yang diidamkan-idamkan oleh banyak musisi yang sedang merintis perjalanan kariernya,” kata Clarisya.
Karena itu, dia mengeklaim tidak ada maksud untuk menghina atau menistakan agama buntut postingan tersebut.
Namun, Clarisya mengungkapkan jika akhirnya unggahannya itu menimbulkan tafsir berbeda di tengah masyarakat, maka dirinya meminta maaf.
“Apabila postingan tersebut menimbulkan penafsiran yang berbeda dan kemudian menimbulkan kegaduhan, saya dengan tulus memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul dan memastikan bahwa hal serupa tidak akan saya ulangi di kemudian hari,” tuturnya.