Harta Suahasil Nazara Naik Rp84,44 Miliar Selama Jadi Wamenkeu, Kini Jadi Menkeu
Oposisi Cerdas | Harta kekayaan Suahasil Nazara mengalami peningkatan signifikan selama menjalankan tugas sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu). Saat ini, Suahasil dilantik Presiden Prabowo Subianto menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Berdasarkan penelusuran RMOL di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin, 14 September 2026, total harta Suahasil pada periode 2025 mencapai Rp138.167.334.176 (Rp138,16 miliar).
Dalam LHKPN yang disampaikan pada 27 Februari 2026 tersebut, Suahasil masih tercatat sebagai Wamenkeu. Laporan itu telah berstatus verifikasi administratif lengkap.
Jika dibandingkan dengan LHKPN periode 2019, saat Suahasil mulai menjabat Wamenkeu, hartanya tercatat sebesar Rp53.720.776.844 (Rp53,72 miliar). Artinya, dalam rentang LHKPN 2019 hingga 2025, kekayaan Suahasil bertambah menjadi Rp84.446.557.332 (Rp84,44 miliar), atau meningkat sekitar 157,2 persen.
Kenaikan tersebut terlihat konsisten dalam laporan tahunannya. Pada 2020, total harta Suahasil tercatat Rp66.873.116.029 (Rp66,87 miliar). Angka itu naik menjadi Rp78.712.308.017 (Rp78,71 miliar) pada 2021, Rp92.453.638.091 (Rp92,45 miliar) pada 2022, Rp111.166.436.974 (Rp111,16 miliar) pada 2023, Rp129.782.625.168 (Rp129,78 miliar) pada 2024, hingga akhirnya mencapai Rp138.167.334.176 (Rp137,16 miliar) pada 2025.
Dalam LHKPN periode 2025, total harta Suahasil sebelum dikurangi utang mencapai Rp138.201.325.879. Nilai tersebut terdiri atas tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, harta bergerak lainnya, surat berharga, kas dan setara kas, serta harta lainnya.
Setelah dikurangi utang Rp33.991.703 (Rp33,99 juta), total kekayaannya menjadi Rp138.167.334.176 (Rp138,16 miliar).
Porsi terbesar berasal dari surat berharga yang mencapai Rp66.876.177.492 (Rp66,87 miliar). Kemudian tanah dan bangunan sebesar Rp49.857.555.000 (Rp49,85 miliar), harta bergerak lainnya Rp9.078.963.407 (Rp9,07 miliar), harta lainnya Rp5.122.926.498 (Rp5,12 miliar), serta kas dan setara kas Rp6.037.703.482 (Rp6,03 miliar). Sementara alat transportasi dan mesin tercatat Rp1,228 miliar.
Untuk tanah dan bangunan, Suahasil melaporkan delapan aset dengan total nilai Rp49.857.555.000 (Rp49,85 miliar). Rinciannya, tanah seluas 532 meter persegi di Jakarta Selatan (Jaksel) senilai Rp3.966.060.000 (Rp3,96 miliar). Kemudian tanah dan bangunan seluas 547/374 meter persegi di Jaksel senilai Rp4.370.415.000 (Rp4,37 miliar).
Selanjutnya, bangunan seluas 61 meter persegi di Jaksel senilai Rp1,5 miliar, serta tanah seluas 1.980 meter persegi di Depok senilai Rp4.965.840.000 (Rp4,96 miliar).
Suahasil juga melaporkan bangunan seluas 33 meter persegi di Jakarta Pusat (Jakpus) senilai Rp817,6 juta, dan bangunan seluas 21 meter persegi di Jakpus senilai Rp537,64 juta.
Dua aset dengan nilai terbesar adalah tanah dan bangunan seluas 541/250 meter persegi di Jaksel senilai Rp28 miliar, serta tanah dan bangunan seluas 505/200 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp5,7 miliar.
Pada sektor kendaraan, Suahasil tercatat memiliki empat mobil dengan total nilai Rp1,228 miliar. Kendaraan tersebut yakni Toyota Camry Sedan tahun 2013 senilai Rp160 juta, Honda Jazz Sedan tahun 2019 Rp220 juta, Honda HRV tahun 2022 Rp330 juta, dan Toyota Alphard tahun 2019 Rp518 juta.
Sementara itu, nilai surat berharga Rp66.876.177.492 (Rp66,87 miliar) menjadi komponen terbesar dalam keseluruhan kekayaan Suahasil pada LHKPN 2025. Selain itu, ia melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp9.078.963.407 (Rp9,07 miliar), kas dan setara kas Rp6.037.703.482 (Rp6,03 miliar), serta harta lainnya Rp5.122.926.498 (Rp5,12 miliar).
Sumber: rmol
Foto: Menkeu Suahasil Nazara. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
