22 Juni 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran

Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran pada Minggu (21/6/2026) memicu respons keras dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia bahkan mengancam Iran dengan konsekuensi yang sangat serius jika jalur perairan strategis tersebut terus ditutup, seraya memperingatkan bahwa Iran bisa kehilangan eksistensinya sebagai sebuah negara.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi Fox News, Trump berbicara langsung kepada warga Iran terkait keputusan pemerintah mereka menutup Selat Hormuz. Menurut dia, tindakan tersebut tidak akan ditoleransi oleh AS.
“Kalian bahkan tidak akan bisa kembali ke negara kalian,” ujar Trump, dikutip Senin (22/6/2026).
Ancaman tersebut muncul setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Minggu. Teheran mengambil langkah itu sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon yang dianggap sebagai pelanggaran atas nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata yang ditandatangani Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Trump pada pekan lalu.
Selain mengancam terkait Selat Hormuz, Trump juga memperbarui peringatannya kepada Iran mengenai dukungan Teheran terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon. Dia mendesak Iran segera menghentikan kelompok proksi tersebut.
“Jika mereka tidak melakukannya, kami akan kembali menyerang Iran dengan sangat keras, seperti yang kami lakukan pekan lalu, hanya saja lebih keras lagi,” kata Trump melalui platform media sosial Truth Social.
Pernyataan itu disampaikan saat perang antara Israel dan Hizbullah masih berkecamuk di Lebanon, meskipun AS sebelumnya telah mengumumkan gencatan senjata pada Jumat lalu.
Di medan tempur, Israel disebut semakin kesulitan menghadapi perlawanan Hizbullah di Lebanon Selatan. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengakui kehilangan sedikitnya empat tentaranya, termasuk seorang perwira, dalam beberapa hari terakhir.
Kerugian tersebut diikuti peningkatan serangan udara Israel ke wilayah Lebanon. Sedikitnya 32 orang dilaporkan tewas akibat pemboman yang terjadi dalam sehari pada Sabtu (20/6/2026).
Trump menambahkan AS dapat menjadi “malaikat pelindung” Selat Hormuz sekaligus mengambil keuntungan dari jalur strategis tersebut. Dia bahkan menyebut kemungkinan AS memperoleh 20 persen minyak yang dihasilkan dari kawasan itu.
“Jika mereka tidak membuat kesepakatan, kami akan memungut biaya,” kata Trump.
Sumber: inews
Foto: Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran pada Minggu (21/6) memicu respons keras Donald Trump (Foto: AP)