Jawaban ANW soal ‘Kok Bisa Tiba-tiba Gabung ke Room Betrand Peto?’
Oposisi Cerdas | Pengakuan ANW menjadi korban dugaan kekerasan seksual oleh Betrand Peto, menumbuhkan banyak pertanyaan. Salah satunya, soal alasan ANW dan teman mau bergabung ke room Betrand Peto dan teman-temannya.
Penyanyi muda Betrand Peto atau Alfonsus Toribio Tenkudi dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) terhadap perempuan berinisial ANW. ANW mengaku sebelum kejadian itu, dirinya beberapa kali bergabung atau join room bersama circle lain.
Namun, ANW mengaku kali ini berbeda karena dirinya mengaku mengalami kekerasan. Sebelum masuk ke private room, ANW mengatakan dirinya ditawari oleh seorang waitress yang telah dikenalnya untuk bergabung bersama Betrand Peto dan teman-temannya.
ANW menegaskan dirinya tidak mendapatkan imbalan apa pun dari kelab saat gabung ke room Betrand Peto dan teman-teman.
“Gak ada (imbalan). Gak ada,” jawab ANW dalam konferensi pers di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (13/9/2026) malam.
ANW mengaku baru kali ini ditawarkan oleh staf kelab untuk gabung ke private room. ANW mangatakan kenal dengan waitress yang menawarkan untuk gabung dengan Betrand Peto dan teman-teman.
“Baru kali ini (ditawarkan),” ujar ANW.
ANW juga membantah mau bergabung karena mengetahui di dalam room itu ada Betrand Peto. “No, karena yang ngajak kita tuh waitress yang kita kenal juga. Mereka kenal,” tegasnya.
ANW juga mengaku gak mengetahui apakah di dalam room itu ada kekasih Betrand Peto atau tidak. ANW mengaku tidak mengingat apakah Betrand Peto mengonsumsi alkohol atau tidak.
“Dia gak ingat, soalnya kan dalam posisi itu terjadi itu, gimana sih yang dia ingat traumatic-nya terhadap tindakan dilecehkan loh. Mengingat bau minuman, bau itu kan, mungkin mengingatnya aja dia gak mau. Begitu,” kata kuasa hukum ANW.
Nathaniel mengatakan dugaan kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 03.00 WIB. Tak lama setelah itu, pihak ANW membuat laporan ke Polda Metro Jaya. ANW juga dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Subdit PPA pada Senin (14/9) sekitar pukul 11.00 WIB.
Nathaniel menegaskan kliennya menginginkan keadilan. Ia menegaskan pihaknya tidak ingin mempermasalahkan status Betrand Peto sebagai figur publik dalam proses hukum tersebut.
“Yang penting proses ini berjalan, berikan dia keadilan karena dia juga warga negara yang punya hak hukum. Walaupun lawannya seorang figur publik ataupun itu, gak bisa, hukum gak bisa seperti itu,” kata Nathaniel.
“Kita ikuti proses dulu ya. Intinya kita ikuti proses, semoga prosesnya berjalan dengan baik dan benar. Oke, dia mendapatkan keadilan, seperti apa bentuk keadilannya biarlah proses hukum yang menjawab. Kita gak mau berspekulasi terlalu jauh,” tegasnya soal kemungkinan damai.
