14 September 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Polisi Sebut Wanita yang ‘Digoyang’ Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil

Oposisi Cerdas | Polisi Thailand mengungkap perkembangan terbaru kasus dugaan penyelewengan dana di kuil Phutthaisawan, Ayutthaya.
Penyelidikan terbaru membongkar sosok wanita yang ada di video viral biksu Thailand, Sika Ae.
Dalam konferensi pers pada Jumat (11/9/2026), Kepolisian Investigasi Pusat Thailand atau Central Investigation Bureau (CIB) memaparkan aliran dana yang menjadi dasar penyelidikan terhadap mantan kepala biksui kuil Phutthaisawan tersebut.
Penyidik menemukan dua jalur transaksi yang dianggap penting dalam kasus ini.
Jalur pertama berkaitan dengan penerbitan tanda terima donasi untuk pembelian atau penyewaan benda-benda keagamaan, dengan nilai sekitar 2,8 juta baht.
Sementara jalur kedua berasal dari tanda terima sumbangan untuk pemeliharaan dan kegiatan kuil dengan nilai sekitar 89 juta baht atau setara Rp47,4 miliar.
Jika digabungkan, total dana yang ditelusuri mencapai sekitar 92 juta baht atau setara Rp49 miliar.
Namun, ketika petugas memeriksa rekening kuil Phutthaisawan, dana tersebut disebut tidak pernah masuk ke rekening resmi kuil.
Kondisi itu menjadi salah satu dasar penyidik menduga telah terjadi penyelewengan dana kuil.
Sika Ae Disebut Mendadak Kaya
Dalam pemaparan kasus, Kepala Unit 1 Crime Suppression Division, Letnan Kolonel Polisi Jetnipat Siriwat, mengungkap perjalanan Sika Ae yang menjadi perhatian penyidik.
Menurutnya, perempuan tersebut telah dikenal sebagai umat yang memberikan dukungan kepada kuil sejak 2007. Polisi mengatakan pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai apakah perempuan itu pernah melanggar aturan moral keagamaan.
Namun, perubahan kondisi ekonominya menjadi salah satu hal yang sedang ditelusuri. Polisi menyebut Sika Ae pernah dinyatakan bangkrut pada 2019 dan baru mendapatkan status bebas dari kebangkrutan pada 2022.
Dalam rentang tiga tahun setelah itu, penyidik menemukan bahwa perempuan tersebut memiliki dua rumah, uang tunai dan sejumlah barang berharga.
“Kalau bekerja, tidak masalah. Tetapi dia tidak bekerja mencari nafkah. Dari mana uang dan kekayaan itu berasal?” kata Jetnipat dinukil dari matichon.co.th
Penyidik menduga terdapat aliran aset dan uang dari para umat atau pihak yang memberikan dukungan kepada kuil yang kemudian mengarah kepada perempuan tersebut.
Polisi juga tengah menelusuri dugaan hubungan antara aliran dana kuil dan peningkatan kekayaan Sika Ae.
Aset 215 Juta Baht Disita
Dalam operasi penggeledahan, aparat Thailand disebut menyita aset dengan nilai keseluruhan sekitar 215 juta baht, atau sekitar Rp114,5 miliar berdasarkan kurs saat ini.
Salah satu barang yang menarik perhatian adalah emas dengan berat sekitar 1.066 baht berat emas.
Selain itu, petugas juga mengamankan uang tunai dan berbagai barang berharga lainnya sebagai bagian dari penyidikan.
Jumlah aset yang disita tersebut jauh lebih besar dibandingkan dana sekitar 92 juta baht yang menjadi salah satu fokus penyelidikan awal.
Karena itu, aparat masih mendalami asal-usul seluruh kekayaan dan kemungkinan hubungan antara aset tersebut dengan dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki.