14 September 2026

kabarterkini24

Berita Terkini, Kabar Terkini dan Terupdate

Pelaksanaan Tiga Agenda Serentak di Lanny Jaya Jadi Contoh Pembinaan Aparatur Berorientasi Kualitas, Bukan Sekadar Penambahan Jumlah ASN

TIOM, 14 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (BKPPA) resmi melaksanakan tiga agenda penting pengembangan kompetensi aparatur secara serentak di Tiom, Senin (14/9/2026) yang dilaksanakan di Aula Norman Driver Tiom.

Tiga agenda tersebut meliputi Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Formasi 2024, Prajabatan Tenaga Honorer Kategori II (THK2) Formasi 2021, serta orientasi bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pelaksanaan tiga agenda tersebut menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur sekaligus memastikan para peserta memahami tugas, tanggung jawab, etika, serta kewajiban sebagai aparatur negara.

Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Papua. Kepala BKPSDM Provinsi Papua, Emanuel Korey, S.Sos., M.Si., menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya yang mampu menyelenggarakan tiga agenda pembinaan aparatur tersebut secara bersamaan di Tiom.

Menurut Emanuel, pelaksanaan kegiatan ini merupakan sesuatu yang luar biasa karena dapat dilakukan langsung di daerah dan melibatkan jumlah peserta yang cukup besar.

“Atas nama Gubernur Papua, kami mengapresiasi Bupati Lanny Jaya dan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya yang dapat melaksanakan kegiatan yang baik ini di Tiom,” ujarnya.

Ia mengatakan, Gubernur Papua juga telah memberikan pesan kepada jajaran BKPSDM Provinsi Papua agar seluruh tahapan kegiatan dapat dilaksanakan secara baik, tertib, dan sesuai ketentuan selama proses pendidikan dan pelatihan berlangsung.

Emanuel meminta seluruh peserta tidak menganggap kegiatan tersebut hanya sebagai formalitas untuk memenuhi persyaratan administrasi kepegawaian. Sebaliknya, setiap peserta harus mengikuti seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh hingga selesai.

“Untuk seluruh peserta, ikuti seluruh kegiatan sampai selesai sehingga nantinya dapat menjadi ASN yang mampu melayani masyarakat. Mari kita bekerja sama dan berkolaborasi untuk menyukseskan penyelenggaraan ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, menjadi seorang ASN membawa konsekuensi berupa tanggung jawab besar kepada negara dan masyarakat. Karena itu, setiap aparatur wajib mengikuti proses pembekalan dan pengembangan kompetensi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Keikutsertaan ini harus dilaksanakan dengan baik karena menjadi seorang ASN wajib mengikuti kegiatan ini. Ini merupakan kewajiban sebagai ASN,” katanya.

Pertama Kali Tiga Agenda Dilaksanakan Serentak

Emanuel juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan Latsar CPNS, prajabatan THK2, dan orientasi PPPK secara serentak dalam satu daerah menjadi hal yang mendapat perhatian khusus dari BKPSDM Provinsi Papua.

Menurutnya, pelaksanaan tiga agenda tersebut secara bersamaan merupakan salah satu momentum penting dalam pembinaan aparatur di daerah.

“Ini merupakan pertama kalinya tiga kegiatan dilaksanakan serentak di daerah. Karena itu, kami dari BKPSDM Papua sangat mengapresiasi. Gubernur Papua juga berpesan agar seluruh kegiatan dilaksanakan dengan baik dan benar,” jelasnya.

Ia berharap pelaksanaan kegiatan di Lanny Jaya dapat menjadi contoh bahwa pembinaan aparatur tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah ASN, tetapi juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan profesionalisme.

Khusus untuk tenaga pendidikan, Emanuel menyebutkan saat ini terdapat delapan peserta yang mengikuti tahapan tersebut, namun jumlahnya masih dapat bertambah sesuai dengan proses dan tahapan yang berjalan.

Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom S.Pd

Sementara itu, Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, sebanyak 522 aparatur dari berbagai kategori kepegawaian mengikuti rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Tiom.

“Atas izin Tuhan, pada 14 September ini kita dapat melaksanakan kegiatan Latsar, THK2, dan PPPK sebanyak 522 orang. Kami menyampaikan terima kasih kepada BKPSDM Papua yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini,” kata Aletinus.

Menurutnya, jumlah peserta yang mencapai 522 orang menunjukkan bahwa kegiatan pembinaan aparatur di Lanny Jaya kali ini memiliki skala yang cukup besar.

Bupati juga mengapresiasi BKPSDM Provinsi Papua yang turut hadir bersama para pengajar untuk memastikan seluruh tahapan pelatihan dapat berjalan sesuai ketentuan.

Aletinus kemudian meminta BKPPA Kabupaten Lanny Jaya memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik hingga selesai.

“Kami menekankan kepada BKPPA Lanny Jaya untuk memastikan seluruh kegiatan ini berjalan dengan baik, karena pelaksanaannya akan berlangsung hampir tiga bulan,” tegasnya.

Peserta Diminta Serius dan Menjaga Kesehatan

Selain memastikan kelancaran kegiatan, Bupati Lanny Jaya juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kesehatan selama mengikuti proses pelatihan.

Menurutnya, proses pendidikan dan pembinaan aparatur membutuhkan kedisiplinan, ketekunan, serta kesiapan fisik dan mental. Karena itu, peserta diminta tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan pemerintah.

“Pastikan peserta sehat dan mengikuti kegiatan sampai selesai dan tuntas,” pesan Aletinus.

Ia juga mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut dinilai penting karena kegiatan turut menghadirkan tenaga pengajar dari BKPSDM Provinsi Papua yang datang ke Lanny Jaya untuk memberikan pembekalan kepada peserta.

Bupati menyampaikan terima kasih kepada Kepala BKPSDM Provinsi Papua beserta para pengajar yang telah hadir di Tiom dan mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar hingga seluruh peserta menyelesaikan proses pendidikan dan pelatihan.

Kesempatan Menjadi ASN Harus Dijawab dengan Pengabdian

Bupati Aletinus secara khusus memberikan pesan kepada para CPNS yang mengikuti Latsar. Ia mengingatkan bahwa status sebagai CPNS bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari perjalanan panjang sebagai aparatur negara.

Menurutnya, Latsar merupakan tahapan dasar yang wajib dijalani sebelum seorang CPNS benar-benar menjalankan perannya sebagai ASN secara penuh.

Karena itu, seluruh peserta diminta mengikuti proses tersebut dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

“Ini masih pelatihan dasar yang harus diikuti,” tegas Aletinus.

Ia mengingatkan bahwa menjadi ASN merupakan kesempatan yang sangat diharapkan oleh banyak masyarakat Lanny Jaya. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan tersebut sehingga mereka yang telah terpilih harus mampu menunjukkan rasa syukur melalui kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat.

“Banyak masyarakat Lanny Jaya ingin menjadi ASN. Karena itu, mereka yang sudah mendapatkan kesempatan harus bersungguh-sungguh untuk melayani dengan hati,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa keberadaan ASN di Kabupaten Lanny Jaya bukan sekadar untuk mengisi struktur pemerintahan, tetapi harus benar-benar hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dorong ASN Profesional dan Berorientasi Pelayanan

Pelaksanaan Latsar CPNS, prajabatan THK2, dan orientasi PPPK di Tiom diharapkan menjadi fondasi untuk membentuk aparatur yang profesional, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki orientasi pelayanan publik.

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya menilai peningkatan kualitas ASN menjadi bagian penting dalam memperkuat roda pemerintahan dan pembangunan di daerah.

Dengan mengikuti seluruh tahapan secara serius, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai aturan dan tugas kedinasan, tetapi juga memiliki karakter sebagai pelayan masyarakat.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya dan Pemerintah Provinsi Papua dalam pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan proses pembentukan dan peningkatan kompetensi aparatur berjalan secara terarah.

Dengan jumlah peserta mencapai 522 orang, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum besar bagi Lanny Jaya untuk mempersiapkan aparatur yang mampu bekerja secara profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pemerintah daerah pun menegaskan bahwa kesempatan menjadi ASN harus dibarengi dengan komitmen pengabdian. Sebab, di balik status sebagai aparatur negara terdapat tanggung jawab besar untuk menjalankan pemerintahan, melaksanakan pembangunan, serta memberikan pelayanan yang adil dan maksimal kepada masyarakat Lanny Jaya.

The post Pelaksanaan Tiga Agenda Serentak di Lanny Jaya Jadi Contoh Pembinaan Aparatur Berorientasi Kualitas, Bukan Sekadar Penambahan Jumlah ASN first appeared on pembaruanpapua.com.