21.400 Batang Ganja Dimusnahkan, Polres Jayawijaya dan Satgas 725/Woroagi Perkuat Perang Melawan Narkoba
WAMENA — Kepolisian Resor Jayawijaya bersama Satgas Yonif 725/Woroagi RI-PNG Mobile memusnahkan sebanyak 21.400 batang tanaman narkotika jenis ganja yang berhasil diamankan dalam upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Papua Pegunungan.
Pemusnahan barang bukti tersebut berlangsung di halaman Markas Polres Jayawijaya, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIT.
Kegiatan itu dihadiri Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.I.K., Danyonif 725/Woroagi sekaligus Dansatgas Yonif 725/Woroagi RI-PNG Mobile Letkol Inf Muhammad Safril, jajaran pejabat utama Polres Jayawijaya, personel Satgas Yonif 725/Woroagi serta sejumlah undangan.
Pemusnahan tersebut menjadi bagian dari langkah aparat dalam memutus mata rantai peredaran narkotika, khususnya ganja, yang dinilai dapat mengancam kesehatan, kondisi mental dan masa depan masyarakat, terutama generasi muda di Papua Pegunungan.
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara menegaskan, pemberantasan narkotika membutuhkan kerja sama lintas institusi. Menurutnya, sinergi antara TNI dan Polri menjadi salah satu kekuatan penting untuk mempersempit ruang gerak pelaku maupun jaringan peredaran narkotika.
“Saya tidak akan bosan mengingatkan kepada diri saya sendiri dan kita semua bahwasanya narkoba ini sangat berbahaya. Kalau kita kaji dari sisi kesehatan, itu sudah pasti merusak tubuh. Dari sisi mental dan psikologi juga merusak.” katanya.
Kapolres mengatakan, ancaman terbesar dari peredaran narkotika adalah ketika barang terlarang tersebut mulai menyasar generasi muda.
Ia menilai, generasi muda Papua Pegunungan merupakan bagian penting dari masa depan pembangunan daerah. Karena itu, pemberantasan narkotika tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan, tetapi juga membutuhkan upaya pencegahan dan keterlibatan masyarakat.
“Yang paling parah adalah narkoba ini akan merusak generasi-generasi muda yang ada di wilayah Papua Pegunungan ini, khususnya Jayawijaya. Kalau generasi muda ini rusak, terus yang mau membangun siapa lagi.”
Kapolres Jayawijaya memberikan apresiasi kepada Satgas Yonif 725/Woroagi yang turut membantu kepolisian dalam mengungkap dan memberantas tanaman ganja di wilayah tugasnya.
Ia menegaskan, setiap temuan narkotika yang berhasil diamankan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum, termasuk pemusnahan barang bukti setelah proses penanganannya.
“Kalau nanti ada lagi, kami siap tampung dan kami siap untuk memusnahkan itu, karena memang penerus-penerus kita ini harus kita jaga. Kalau bukan kita yang menjaga, terus mau siapa lagi.”
Menurutnya, sinergi TNI dan Polri tidak hanya dibutuhkan dalam menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga untuk melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.
Kapolres Bimantara juga menyampaikan penghargaan kepada personel TNI yang selama ini turut membantu menjaga keamanan di Kabupaten Jayawijaya. Ia mengakui kondisi keamanan di wilayah tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, sehingga kolaborasi seluruh unsur menjadi penting.
Sementara itu, Danyonif 725/Woroagi sekaligus Dansatgas Yonif 725/Woroagi RI-PNG Mobile Letkol Inf Muhammad Safril menegaskan komitmen jajarannya untuk terus membantu pemberantasan narkotika selama menjalankan tugas di wilayah Papua Pegunungan.
Safril menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Jayawijaya beserta jajaran yang selama ini memberikan dukungan dan informasi kepada Satgas dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Menurutnya, kondisi geografis Papua Pegunungan yang didominasi wilayah pegunungan menjadi tantangan tersendiri bagi personel dalam menjalankan tugas. Namun, kondisi tersebut tidak mengurangi komitmen Satgas untuk menjalankan tugas demi kepentingan bangsa dan negara.
“Kami akan berkomitmen terus untuk melawan narkotika, apa pun itu.” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pemberantasan narkotika harus diarahkan untuk menyelamatkan generasi muda Papua Pegunungan, agar dapat menjadi generasi penerus yang kelak mengisi berbagai posisi strategis, baik di daerah maupun di tingkat nasional.
Pemusnahan 21.400 batang tanaman ganja ini, sekaligus memperlihatkan bahwa pemberantasan narkotika di Jayawijaya membutuhkan sinergi berkelanjutan antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat.
Upaya tersebut diarahkan bukan hanya untuk memutus peredaran narkotika, tetapi juga melindungi generasi muda Papua Pegunungan dari dampak penyalahgunaan narkoba.
The post 21.400 Batang Ganja Dimusnahkan, Polres Jayawijaya dan Satgas 725/Woroagi Perkuat Perang Melawan Narkoba first appeared on pembaruanpapua.com.